0

a wish (not) too much #1


Tulisan ini terinspirasi setelah nonton video #TEDXEducation dari Angela. Videonya superb bagus banget! Wajib nonton.

Angie ini awalnya dari konsultan jadi guru matematika yang akhirnya found out kalau IQ itu bukan hal terbesar untuk menentukan kesuksesan, tapi GRIT yaitu gabungan dari Passion dan Perseverance. Secara simple, orang sukses adalah orang yang tahan banting dan nggak mudah menyerah, like literally. Semakin lo ditimpa kesusahan, otak kita akan berpikir keras, dan akhirnya pasti nanti muncul hal baru, ide baru, dan akhirnya bisa bikin jadi lebih berhasil dari sebelumnya. Pokonyaa.. Pantang mundur!

Gue percaya banget.. ini! Soalnya gue pernah ngalamin ini sih. Tapi sayangnya gue mudah down HAHAHA jadi untuk balikin biar semangat lagi butuh waktu lumayan lama.

Long story short, jadi gue punya beberapa wish yang sepertinya simple tapi agak susah ya di dapatnya dengan kondisi saat ini. Beberapa wish gue cukup simple, tapi karena ada prioritas lain jadinya agak ketunda terwujud. But who knows?

  1. Naik Business Class Emirates/Singapore Airlines/Cathay Pacific ke USA (New York/ San Fransisco/Los Angeles) – 52 juta!!   –> New york has been always my 1st bucket listed, alhamdulillah udah tercapai. Tapi, kalo harus ngulang 24 jam di economy class? bye-byee! Capek bangett! Yaaa walaupun harga tiketnya mahal banget gini.. *cry

Capture

2. Naik Cathay Pacific ke Hong Kong dan JAL ke Tokyo –> Pengen ngerasain experice

0

to be known or not to be known


Bekerja di perusahaan besar dan terkenal, apalagi multi- national-company adalah sesuatu yang dimimpikan. Fresh Grad dari Universitas Negeri masa ngantor di kantor nggak terkenal? Ya wajib banget dong kerja di tempat yang setiap kali ada yang tanya “Kerja Dimana?”, respon si penanya.. Oh bagus banget! Susah ya masuk situ pasti wah kamu pinterrr!

Rasanya bangga dong, semua orang tau kalian kerja di perusahaan yang terkenal, even nenek-nenek atau orang tua pun tahu kantor tersebut. Nggak perlu usaha untuk jelasin, kantor kita apa. Ya nggak si?

Iya itu gue dulu.

Setelah 5 tahun lulus kuliah, udah 1x ganti title, udah 1x mencoba profesi full entrepreneur dan sekarang kembali bekerja lagi, nah pikiran gue berubah. Sekarang, gue kerja di salah satu start up fashion e-commerce yang lumayan terkenal buat anak muda, tapi bukan untuk masyarakat umum.

Perlu effort untuk jelasin perusahaan gue apa, kerja dimana, ngapain aja, dan masih banyak pertanyaan random lainnya yang gue  iya-in aja deh daripada lama. hahaha. Anehnya.. dari yang gue anaknya peduli banget sama omongan orang kerja dimana sampai di titik, Hey, I don’t care! as long as I enjoyed it. Why not?

Kerja di perusahaan start up itu it’s all about ENJOY THE RIDE. Beneran deh, apalagi gue yang pengen banget jadi entrepreneur sukses.. kerja disini berasa banget nimba ilmu dan segala ide kerandoman gue dihargai dan dilakukan. HAHAHA.

Dulu, kerja di perusahaan yang sangat terkenal dan mendunia, gue ngelakuin sesuatu yang kreatif lalu dianggap, you are not belong here.. Kanya cuman mau ngerjain apa yang dia suka. Well.. BuiBu PaBapak, gitu amat. Makasih loh, karena kalian saya kuat (hati dan mental-nya). 🙂

Anak freshGrad pasti nggak setuju nih, menurut gue kerja itu nggak melulu duit sih, tapi kenyamanan, kebebasan, dan dihargai. Nyokap gue selalu bilang, Gaji itu nomor dua, yang penting kamu passion dan bisa perform. Money will follow! Yes, Mam!

So, don’t let other thought made you what you are now, Let it be you,  the one who decide.

Love,

Kanya

 

 

 

 

0

ALHAMDULILLAH! I MADE IT TO #USA!


Dari jaman pak Harto jadi presiden, I always had NEW YORK as my #1 bucket list.  Entah terinspirasi karena sering nonton film Hollywood.. Amerika Serikat atau NEW YORK (to be specific) adalah ultimate travel destination gue. Iya gue tau perjalanan ke Amerika itu banyak banget cobaannya, nggak segampang kalau ke Jepang. Dari mulai biaya yang super mahal, VISA yang susah tembus, sampai… karena gue pake jilbab. *cry*

Gue inget banget, waktu itu gue masih di Nestle, pernah suatu siang gue dan Karina (yang mau banget ke New york) lagi makan di meja, sambil dengerin lagunya New York, New York – Frank Sinatra. Baper banget.. mau nangis saking pengennya.. Apalagi ada lirik yang gini :

Start spreading the news, I’m leaving today.
I want to be a part of it, New York, New York.
These vagabond shoes, are longing to stray
Right through the very heart of it, New York, New York.
I wanna wake up, In a city that doesn’t sleep.
And find I’m king of the hill, top of the heap.

Gue selalu bercanda sama Karina dengan bilang,.. “Kita pengen ke New York kayak khayalan babu banget ya.”

Saat gue tingkat akhir kuliah, gue pernah meng-kalkulasi jumlah biaya yang harus terkumpul supaya bisa ke New York dan ternyata gue harus mengumpulkan biaya minimal sebesar 50 Juta rupiah dengan catatan as backpacker. Lebih parahnya lagi, gue baru bisa mencapai impian itu kira-kira setelah gue berumur 30tahun lebih, atau di tahun 2020. Again.. gue masih kuliah dan nggak tau nanti bakalan kerja dimana dan gaji berapa. Jadi.. New York itu benar-benar hanya impian semata 😦

Nggak ada yang nyangka.. mimpi itu dipercepat sama Allah 🙂

Randomly, ada tiket promo dari Qatar di awal tahun 2016 seharga 7.5 Juta Kuala – Lumpur – New York (PP), akhirnya dengan segala kenekatan.. akhirnya gue BOOKED tiket itu! Agustus 2016, apply VISA alhamdulillah di approve!! Finally.. Oktober 2016, I made it for REAAAAAAL!

15123155_10154191814182865_69465187041828414_o

Nggak ada yang tahu.. kalau Allah emang mau itu terjadi, cepat atau lambat.. susah atau mudah I was super happyyyyy! Alhamdulillah… jadi jangan pernah takut untuk bermimpi tinggi. 🙂

0

The perks of being tall!


HAPPY NEW YEAR 2015 KANYA!

Instead of writing about what i have done and not yet done.. My first blog in 2015 would be about How does it feels about being a tall girl. Yes a tall girl.. Everyone around me knows that I am a bit higher than normal woman in Indonesia, actually for the Asian size, i can admit I’m a bit taller but if we compare with the American-European-Australian size, I’m a petite. :))

My height is 173 cm.. because of my height, i”ve often been bullied In a good way or a bad way (like literally!!). However.. this morning I accidentally jumped up to watch youtube and found these videos that happened represent my thoughts and experiences about how it feels to be a tall girl, and it’s really funny (and happy!) to see other people in other continent feels the same way!! If you have time.. please watch this! :))

2

Unplanned plans


I missed blogging. Senggak sempet itu kalo mau nulis apapun disini.. Pulang kerja capek gitu rasanya buat nyempetin nulis ini itu, sekedar cerita sama diri sendiri what i’ve been thru a whole day.

Tapi.. Karena beberapa minggu belakangan gue punya lebih banyak free time, rasanya pengen cerita tentang suatu hal disini, tentang What we called “Plan(s)”.

Kalau ada yang nanya, apakah gue anaknya terplanning banget apa ngga, jawabannya kadang iya, kadang nggak. Soalnya.. Gue semacam trauma punya plan dan udah berusaha nulis kaya the secret tapi nggak berhasil ujung-ujungnya. Sedih. 😭
Dan.. Akhirnya gue memilih untuk menjalani kaya air mengalir, punya plan tapi nggak ngoyo.

Dua tahun ke belakang, gue pernah bekerja di suatu perusahaan makanan terbesar di dunia, multinasional. Gue awalnya punya plan untuk menjadi bagian marketing/commercial nya, tapi sayang.. Di tahap interview dengan Direktur, gue gagal.

Malah gue dialihkan ke bagian lain, yaitu supply chain. Percaya nggak percaya, gue pernah berujar kalo gue nggak mau banget jadi supply chain hanya karena denger cerita senior gue yang waktu itu pas training keliling naik motor bawa box. It seems miserable dan gue nggak mau kerja kaya gitu. Lagipula gue ga paham ini tentang apa. 😭

Eh.. Kena karma. Gue malah akhirnya dialihkan ke bagian ini dan keterima deh. Inget banget pas dikasi tau gue lolos, mau nangis saking nggak mau nya. Hari pertama sampai ketiga gue nangis di jalan sambil nyetir karena gue gamau banget (drama banget yaa hahahaha tapi sesedih itu). Terus kenapa gue ambil? Karena gue nurut nyokap, beliau bilang suruh ambil. Bener juga sih daripada gue nganggur kan.

See.. apa yang gue plan, gagal lagi, :))

Jadi kadang gue mikir sih, mending gue nggak usah punya plan deh daripada gini gini aja (gagal lagi!)

Anyway.. Pada akhirnya gue memilih untuk ngejalanin ini semua dengan setengah hati tapi dengan misi harus tau bisnis gede itu kaya apa, gimana cara mereka menjalankan bisnis, dan semua info yang nggak bisa gue dapet kalo gue nggak kerja di Perusahaan gede. Hal ini juga yang bikin gue milih untuk kerja di FMCG. Karena, Gue punya plan untuk jadi enterpreneur (+career woman).

Hidup cuman ngandelin air mengalir tuh nggak enak banget,deh. Dua tahun kemaren gue nggak punya vision mau jadi apa disini. Passion aja nggak ada. Gue sampe bilang sama Revi kalau “Aku lupa rasanya punya ambisi untuk ngejar impian kaya apa”.

Gue mikir lagi, bener sih,
hidup emang harus punya plan dan target. Satu hal lagi.. Love what you do and do what you love. Kalau nggak kaya yang gue rasain.. Dan itu nggak enak banget!

Tapi ya menurut gue, ini semua tuh walaupun nggak sesuai plan gue, ini beneran His best plans. Kenapa?

Kalau gue nggak kerja disini, gue nggak Bisa ke Jepang, my #2 bucket list. Juga, Aceh dan Sabang!

Kalau gue nggak kerja disini , gue nggak bisa ngerti tentang end to end business kaya apa. sekarang gue kebayang business perusahaan gede itu kaya apa. Bagus buat bekal gue nanti.

Kalau gue nggak kerja disini, gue nggak bisa ketemu Revi dan anak-anak emti12 yang jadi keluarga kedua gue di kantor ini.

Kalau gue nggak kerja disini, gue mungkin nggak tau caranya me-manage emosi, perasaan, dan ekspektasi di dunia kerja. Karena it’s a wayyy too different with campus life. I am stronger than two years a go.

Kalau gue nggak kerja disini, fashionabellestore (bisnis retail) gue nggak jalan mungkin, gue ketemu sama Karina, yang sama-sama satu visi (walaupun berantemm mulu juga sih).

Selalu ada blessing in disguise (kalau nurut sama nyokap apalagi!) :))

Jadi menurut gue, punya plan itu penting banget biar lo tau hidup lo punya arah dan tujuan yang jelas. Once nggak sesuai, ya berarti emang bener harus jalanin apa yang ada di depan dengan IKHLAS dan BERBESAR HATI.

Sekarang, gue merasa jauh lebih bebas dan lega. Gue merasa back to my starting point untuk ngeraih impian gue yang tertunda. I thanked to God for this. For what happened recently.

So.. Plan selanjutnya apa nih? Tunggu beritanya! Coming very soon. :))

Cirebon, 17 september 2014 15.30.

0

Living at Factory


It’s been almost 2 months.. and i will back on mid february.. 2 weeks ahead from previous schedule. Which means..  i should finish my project before end of january. 1 month ahead from schedule. enough said.

Stay calm.. stay ha ha hi hi.. believe everything will be okay as long as i give my best. Well anyway, besides that.. until today, i really enjoy my current assignment here. I never expected that I would be as happy as i am now.. I mean like seriously.. I had very low expectation for this assignment. Being assigned in outside Jakarta (which was the city i was born and lived for 24 years) and should have worked at factory that you can’t dressed up as chic as you used to be.  I was like..

“Okay.. 4 months is not a short time, okay.. just enjoy the show, Kanya. Everything will be okay.. Don’t be a masochist..”

For the first week, I got culture shock.. not to mention the local tradition, but more to living at factory and its routinity. I tell you.. it’s totally different! For example :

wore the uniform

Okay forget the cute flatshoes, chic blazer, or even a nice patterned hijab. Moreover, let’s try to put the SAFETY SHOES , WHITE UNIFORM, and WHITE Hijab. The hardest part of this was.. wearing the WHITE HIJAB. I never ever want to touch the white and bright colour for my hijab. Why? Because it’d made my face darker. hehehe. Here’s my daily outfit!

Image  Image

(Latest KEJAYAN FACTORY FASHION TREND, LOL :)) )

– using bus + angkot + becak as my daily transportation

No.. please do not think that I’m a spoiled woman . What i want to stress about is.. i should have go thru 100km (for 1,5 hour) everyday from Malang to Pasuruan (RT) and used that transportation combination. it’s pretty far… actually. Because usually when I was in HO, i only spent 1,5 hour for 40km.

Still… I have no regret choosing Malang as my place to stay. Besides the city atmosphere and public facility which better than Pasuruan, Living in Malang is best choice for me because I’d have tebengan everyday.. that’s why I seldomly took bus when i went back to the Kosan. Hahahaha. *mental gratisan*

Lunch at Canteen

Forget the tasty flavour.. forget the cute plate.. At factory, we were accustomed to have a healthy life, which means low calories, low sugar, no vetcin, and every menu has a proper calories calculation. In the other hand, it’s great. I feel like I have my personal nutritionist. Okay.. now i want to show my lunch! I Look at the plate.. :))

Image

(Gado-gado with Nasi, Tempe goreng, and Es Buah for dessert)

Okay.. so enough for the culture shock. You must be wondering, why i’m still enjoy living at factory? first reason is because I HAVE TO. Second one is because.. their hospitality and kindness, especially in my division,  very friendly and open. you know, I must be stressed living at factory if my colleagues were not crazy like them!

Image  Image

and the last reason is.. all the conversation i had when I went back home! As i mentioned before, i oftenly “nebeng” with colleagues or even bos (he he). Somehow, it’s refreshed my mood! It’s simply because i love to talk, share, and listen stories. It’s a good thing.. also a  good way to build networking.

Okay.. it’s still 2 months remaining! PLEASE WISH ME LUCK FOR MY PROJECT!

Thank you for reading!

0

WHOA


Monopoli Cafe – Malang – 14.12.2013 – 1 : 34 pm

For the sake of the learning process, I’ll be assigned in Pasuruan for almost 4 months, in the factory. I’m still remembered the day when my superior asked me “Kanya.. kamu udah urus-urus tiket ke Surabaya  buat handing over sama Aden?”.  I was like.. shocked. I never prepared I’ll be assigned for that fast… I thought it’d be next year. so.. I was very surpriiiiseddd!! But here you go, you gotta be prepared for anything in this company. Now.. I have been staying for 33 days! I should passed for about 100 KM roundtrip from Malang to Pasuruan, everyday! Still.. it’s long way to go to end of my assignment :  Feb 2014.

May i fast forward until end of february?